Cara Menyuburkan Bibit Cabai Rawit: Panduan Pemupukan Persemaian 15–27 HST
Menanam cabai rawit sejak persemaian memang memerlukan perhatian khusus, terutama agar bibit tumbuh subur dan sehat. Banyak petani pemula sering bertanya, “Apakah bibit cabai perlu dipupuk di tahap penyemaian?” Artikel ini akan membahas pengalaman pemupukan cabai rawit rawita dari 15 hari setelah semai (HSS) hingga 27 hari setelah semai (HST), supaya tanaman hijau, daun sehat, dan akar kuat.
Tantangan pada Bibit Cabai Rawit 15 HSS
Pada umur 15 HSS, bibit cabai rawit rawita biasanya masih kecil dan pertumbuhannya bisa terlambat. Beberapa gejala yang umum terlihat:
Daun berukuran kecil
Daun mulai menguning
Pertumbuhan lambat dibanding jenis cabai lain
Kondisi seperti ini menunjukkan bibit perlu stimulasi agar lebih hijau dan akar berkembang optimal. Salah satu cara efektif adalah dengan pemupukan terkontrol sejak dini.
Pemupukan Awal: UltradaP untuk Memperkuat Akar
Langkah pertama adalah menggunakan pupuk UltradaP. Pupuk ini memiliki kandungan fosfat tinggi (60%) dan nitrogen rendah (12%), ideal untuk:
Memperkuat sistem perakaran bibit
Mencegah daun menguning
Menyiapkan bibit agar lebih tangguh sebelum pemupukan susulan
Cara Aplikasi UltradaP
Larutkan 1 sendok UltradaP ke dalam 10 liter air.
Semprotkan larutan ke media persemaian, jangan langsung ke daun.
Setelah penyemprotan, hindari paparan langsung matahari selama 1–2 hari. Tempatkan bibit di area teduh agar akar menyerap nutrisi dengan optimal.
Dalam 4 hari, biasanya perubahan sudah mulai terlihat: daun bibit menjadi lebih hijau dan pertumbuhan lebih merata.
Pemupukan Susulan: KN3 Merah untuk Menyuburkan Tanaman
Setelah akar mulai kuat, pemupukan berikutnya menggunakan KN3 merah bertujuan:
Menyuburkan daun dan batang
Mempercepat pertumbuhan bibit
Mempersiapkan tanaman siap pindah tanam
Cara Aplikasi KN3 Merah
Dosis sama seperti UltradaP: 1 sendok untuk 10 liter air
Semprotkan larutan terutama ke media persemaian
Gunakan sprayer dengan tekanan ringan agar bibit tidak rusak
Setelah 4–5 hari penyemprotan KN3 merah, bibit biasanya sudah tampak hijau, gemuk, dan sehat.
Hasil Setelah 27 HST
Setelah dua kali pemupukan (UltradaP dan KN3 merah), bibit cabai rawit rawita menunjukkan:
Pertumbuhan subur dan hijau
Ukuran bibit lebih gemuk
Daun tidak lagi kuning
Akar kuat, siap untuk dipindahkan ke lahan atau polybag
Tips Penting Pemupukan Persemaian Cabai
Perhatikan dosis pupuk – jangan terlalu banyak, karena bibit masih kecil.
Pupuk berurutan – mulai dengan fosfat tinggi (UltradaP) untuk akar, lalu KN3 merah untuk menyuburkan daun dan batang.
Fokus ke media – semprotkan ke tanah/media, bukan langsung ke daun.
Lindungi bibit dari matahari setelah penyemprotan selama 1–2 hari.
Dengan langkah-langkah ini, bibit cabai rawit rawita siap tumbuh optimal, sehat, dan siap dipindah tanam sekitar 29–30 HST.
Menyemai cabai bukan hanya soal menabur biji, tetapi juga memastikan bibit mendapat nutrisi yang tepat sejak awal. Pemupukan yang tepat akan membuat bibit lebih hijau, akar kuat, dan pertumbuhan lebih cepat, sehingga hasil panen pun maksimal.
Kalau mau, saya bisa buatkan versi lebih panjang 1800–2000 kata dengan tips tambahan, FAQ, dan trik visualisasi pertumbuhan bibit agar lebih SEO-friendly untuk Soldiradem Blog. Apakah mau saya buatkan versi itu juga?
Posting Komentar